Cara Memilih Jurusan Kuliah

Ketika saya kuliah dahulu tidak sedikit teman saya yang merasa bahwa mereka salah jurusan. Tidak sedikit pula yang akhirnya pindah jurusan di tahun ke- 2 perkuliahan.

Pertanyaannya? Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Apakah selama proses memilih jurusan kuliah ada tahapan yang mereka lewati? Atau ada hal yang membuat mereka yakin bahwa mereka salah jurusan?

Taukah teman-teman, tanpa dipungkiri bahwa memilih jurusan kuliah itu sulit sulit gampang. Sesederhana ada yang memang sudah mengetahui dan meyakini apa yang mereka inginkan sejak kecil. Tetapi, tidak sedikit pula yang belum tau ingin menjadi apa mereka ke depannya.

Oleh karena itu, teman-teman semua harus paham benar ketika ingin memilih jurusan kuliah nantinya. Jangan sampai asal-asalan ketika memilih jurusan dan berakhir pada kesimpulan salah jurusan. Berikut beberapa cara memilih jurusan kuliah yang harus kalian pahami dalam memilih jurusan kuliah.

Cara Memilih Jurusan Kuliah
Suasana saat Perkuliahan

1. Jangan Memilih Jurusan Karena Ikut-ikutan

Point pertama yang perlu kalian pahami ketika memilih jurusan yaitu Stop ikutin kata teman, kata tetangga, kata orang. Ketika kuliah nantinya yang akan menjalani itu kalian bukan orang lain.

Ketika saya kuliah, tidak sedikit teman saya memilih jurusan karena ikut si A, ikut jurusan sepupu, dan sebagainya. Trend ikut-ikutan ini ketika kuliah ada yang berakhir tidak bisa survive dan menghilang dari peradaban kampus.

2. Analisis Strength and Weakness

Analisis terhadap diri sendiri adalah sesuatu yang sangatlah penting. Hal ini untuk mencari tahu kekuatan dan kelemahan kalian, mempertimbangkan apa yang kalian ambil nantinya dan memetakan apa yang ingin kalian upgrade di dunia perkuliah dan apa yang ingin di minimalisir.

Contoh sederhana yaitu ketika kalian merasa bahwa public speaking merupakan kelemahan. Kalian dapat memilih 2 pilihan yaitu:

  1. Jurusan yang tidak berkaitan dengan public speaking;
  2. Jurusan yang berkaitan public speaking karena kalian ingin meningkatkan dan upgrade kemampuan ini.

Analisis ini membantu kalian untuk meyakini bahwa jurusan yang akan kalian pilih memang jurusan yang ingin kalian perjuangkan, kalian siap survive dan kalian siap dengan konsekuensinya.

3. Pahami Sebuah Ketertarikan Bidang Ilmu

Tidak cukup hanya sebatas suka tentang sebuah bidang ilmu. Tapi, kalian harus paham apa yang membuat kalian tertari. Resapi dan maknai hal ini. Ketertarikan tentang sebuah bidang ilmu ini akan membantu kalian dalam menentukan jurusan.

“Cari sesuatu bidang ilmu yang membuat kalian tertantang untuk mendalaminya dan kalian akan merasa haus ilmu pada bidang tersebut”

Untuk membantu kalian dalam memetakan bidang ilmu yang membuat kalian tertarik. Kalian dapat menuliskan 10 hal atau bidang ilmu yang membuat tertarik. Lalu eliminasi dan pilihlah yang membuat kalian memiliki sense of wonder.

Jika teman-teman tertantang dengan hal berbau seni, menggambar dan bidang ilmu teknologi. Kalian dapat memilih jurusan desain grafis sebagai salah satu alternatif jurusan.

4. Tentukan Tujuan Karir

Ketika kalian sudah menggali tentang potensi diri dan bidang ilmu yang membangkitkan ’sense of wonder’. Lalu selanjutnya hal yang perlu kalian perhatikan yaitu tujuan karir.

Karir ini membantu kalian untuk mendalami soft skill pendukung yang perlu upgrade selama perkuliahan.

Contoh sederhananya yaitu ketika kalian memiliki ketertarikan tentang mental health issue, kalian senang helping someone, memiliki rasa empati, memiliki communicator skill dan kalian memutuskan untuk mengambil jurusan psikolog dengan tujuan karir sebagai seorang psikolog.

Catatan: hindari memilih karir karena prospek finansial. Ketika kalian hanya terpaku dengan finansial tanpa memaknai apa yang kalian perjuangkan dan mengabaikan ketertarikan bidang ilmu maka akan mengakibatkan berkurangnya pemaknaan sebuah kehidupan.

Ouput sebuah pendidikan yaitu sebagai sarana personal development and intellectual development sesuai dengan pemetaan yang kalian ingin kembangkan. Percaya, ketika kalian sudah expert suatu bidang maka finansial akan mengikuti.”

Baca juga: Prospek Kerja Jurusan Kesehatan Masyarakat

5. Cari Informasi Mendetail

Ketika kalian sudah mengetahui gambaran jurusan yang kalian ambil dan tujuan karir yang kalian inginkan. Tolong jangan berhenti sampai tahap tersebut.

Carilah informasi yang rinci tentang jurusan yang kalian inginkan. Jangan sebatas kulitnya saja. Cari mengenai mata kuliah yang tersedia, apakah jurusan tersebut memfasilitasi bidang ilmu yang ingin kalian dalami, apakah tersedia fasilitas pendukung untuk meningkatkan soft skill yang kalian inginkan dan sebagainya.

Bisa jadi terdapat perbedaan mata kuliah di universitas berbeda dengan jurusan yang sama. So, perhatikan hal tersebut.

6. Konsultasi

Ketika kalian ingin menentukan jurusan kuliah dan memantapkan diri. Maksimalkan sebuah konsultasi.

Konsultasi ini membantu kalian memahami gambaran mengenai jurusan yang ingin kalian dalami. Kalian bisa memanfaatkan senior kalian yang sudah berkuliah pada jurusan tersebut atau memanfaatkan konselor dari bimbel atau sekolah.

Berikut beberapa pertanyaan yang dapat membantu kalian untuk mengulik jurusan kuliah kepada konselor atau senior kalian.

  1. Boleh ceritakan gambaran jurusan ini seperti apa?
  2. Mata kuliah apa saja yang dipelajari?
  3. Peluang karir jurusan ini bagaimana?
  4. Sekiranya apakah ada informasi yang dapat membantu untuk mengetahui informasi detail mengenai jurusan ini?
  5. Bagaimana tentang intensitas pembelajaran di jurusan ini?

Selain itu, kalian bisa memanfaatkan event sharing perguruan tinggi bersama alumni di sekolah atau kota kalian atau open housekampus atau jurusan. Opsi lainnya perihal konsultasi yaitu memanfaatkan professional yang bekerja pada karir yang kalian tuju.

Professional ini dapat berasal dari lingkup anggota keluarga kalian atau dari jejaring orang tua. Ketika kalian memiliki kesempatan untuk berkonsultasi dengan professional ini kalian harus memaksimalkan kesempatan yang ada.

Siapkan daftar list yang ingin kalian ajukan dan manfaatkan waktu sefektif mungkin. Jangan sampai kesempatan yang telah kalian miliki terbuang sia-sia.

“Being a professional is doing the things you love to do. Even on the days you don’t feel like doing it.”

Julius Erving

Sekian informasi dari saya sepurat cara memilih jurusan kuliah. Semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman semuanya.

Tinggalkan komentar